Kabar Terkini

Pembangunan Pipa Tersier di 4 Kecamatan, Perumdam Butuh Biaya 8,2 Miliar

PANDEGLANG – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Berkah Pandeglang membutuhkan biaya Rp. 8,2 miliar untuk mengelola Instalasi Pengolahan Air (IPA) dan jaringan perpipaan distribusi utama Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) di Kecamatan Panimbang. Biaya tersebut untuk pembangunan jaringan pipa tersier untuk 10 desa dan 4 Kecamatan di Kabupaten Pandeglang.

Direktur Perumdam Tirta Berkah Pandeglang Euis Yuningsih mengatakan, pada saat ini tengah dibangun IPA SPAM KSPN dengan kapasitas produksi 100 liter per detik.

“Setelah selesai dibutuhkan anggaran biaya sekira Rp8,2 miliar untuk pengelolaannya. Berdasarkan hasil hitungan biaya estimasi mengoperasikan IPA SPAM KSPN,” ujarnya, Kamis (7/722)

Lanjut Euis menyampaikan, kebutuhan biaya, saat ini sedang mengajukan usulan biaya kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Biaya tersebut termasuk untuk pembangunan jaringan pipa tersier kepada pelanggan.

“Kalau saat ini dari Kementerian PUPR baru jaringan pipa utama sedangkan ke jaringan pipa tersiernya belum. Oleh karena itu sedang mengajukan biayanya,” katanya.

Selain itu, Kementerian PUPR merealisasikan usulannya karena memang kalau dari segi keuangan Perumdam belum ada untuk pembiayaan sebesar itu. Namun kalau untuk mengelola secara SDM sudah siap.

“Apalagi IPA SPAM KSPN ini untuk membantu mengatasi krisis air bersih di 10 desa dan 4 kecamatan di Kabupaten Pandeglang. Sehingga kami melakukan jemput bola mengajukan permohonan biaya untuk pembangunan jaringan pipa tersiernya,” harapnya.

Kepala Bagian Keuangan Perumdam Tirta Berkah Kabupaten Pandeglang Hendi Kusmawan menambahkan, usulan biaya sedang diajukan kepada Kementerian PUPR.

“Kalau estimasi ajuan untuk jaringan pipa pembagi distribusi ke pelanggan kurang lebih Rp.8,2 miliar. Untuk sambungan sekitar 5000 pelanggan,” terangnya.

Hendi menegaskan, anggaran biaya itu termasuk kebutuhan mendesak karena melihat kondisi keuangan Perumdam belum mencukupi. Oleh sebab itu dibutuhkan bantuan biaya dari pusat.

“Kamj ajukan sebelum bangunan IPA SPAM selesai. Hal itu dilakukan agar ketika sudah selesai dan diserahkan ke Perumdam sudah bisa mengelolanya dikarenakan tidak mengharapkan bangunan IPA SPAM menjadi monumen sementara karena tidak adanya biaya,” pungkasnya

Selengkapnya

Admin Kwari

Freelancer Wartawan di Salah satu Kota yang berada di Negara Indonesia Tercinta, Memiliki Hobby Seperti Halnya Orang-orang sukses, Membaca Buku dan Selalu Ingin Tahu dan Berbagi Informasi yang layak di konsumsi untuk publik

Artikel Terkait

Back to top button